What’s mean EMO?
emo
Emo (pronounced / i ː moʊ /)
adalah gaya musik rock biasanya
dicirikan oleh musicianship merdu
penuh ekspresif, dan sering
menganut lirik. Ia berasal pada
pertengahan tahun 1980-an pada
gerakan hardcore
punk di Washington, DC, di mana
ia dikenal sebagai “emotional
hardcore” atau “emocore” yang
memelopori band-band seperti
rites of Spring . Gaya echoed oleh
band-band punk kontemporer
Amerika, suara dan makna yang
bergeser dan berubah, campuran
dengan pop punk dan indie rock
encapsulated. Pada pertengahan
tahun 1990-an banyak aliran emo
muncul dari Midwestern dan
Amerika Tengah, dan beberapa
label independen mencatat mulai
berspesialisasi dalam gaya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa,
Emo itu sebuah fashion, aliran
musik, dan komunitas. Emo
sendiri diambil dari kata
Emotional, biasanya musik-musik
genre Emo ini kebanyakan
dibumbui dengan vokal yang
screaming, dan lyric yang
meluapkan perasaan secara
emotional, tapi tidak sampai
marah-marah hingga pada
tindakan brutal. Emotional disini
memang karena marah, namun
marah secara emosi karena terlalu
sayang, cinta atau suka terhadap
suatu hal —fanatik.
Emo broke menjadi budaya utama
pada awal tahun 2000 dengan
platinum-selling keberhasilan
Jimmy Eat World dan Dashboard
menganut dan munculnya
subgenre yang lebih agresif
“ screamo”. Dalam beberapa tahun
terakhir istilah “emo” telah
diterapkan oleh kritikus dan
wartawan untuk berbagai artis,
termasuk multiplatinum bertindak
seperti Fall Out Boy dan My
Chemical Romance dan kelompok-
beda seperti Coheed and Cambria
dan Panic at the Disco.
Selain musik, “emo” yang
umumnya lebih sering digunakan
untuk menandakan suatu
hubungan antara fans dan artis,
dan untuk menjelaskan aspek-
aspek yang berhubungan dengan
fashion, budaya, dan
perilaku. Lama kelamaan Emo juga
berkembang ke lifestyle, tingkah
laku manusia yang mengaku
dirinya adalah seorang Emo.
Awalnya Emo ini terbentuk oleh
sebuah komunitas atau orang-
orang yang depresi, saling
membicarakan tentang betapa
sucks-nya hidup mereka. Kadang
mereka juga sering mandi bensin
terus main bakar-bakaran sesama
temennya, mereka sebut
permainan ini adalah Burn n’ Run!!!
(“Bakar dan Lari!!”)
Sejarah Emo
Apakah emo itu?
Menurut sejarah, kata ‘emo’
merupakan kependekan dari kata
emosional.
Emo adalah sebuah istilah yang
sekarang ini sering sekali kita
dengar baik lewat televisi, radio,
percakapan sehari-hari serta
digembar-gemborkan khususnya
anak-anak muda. Apa sih emo itu?
Malah ada juga yang berkata
“ emo- skinhead-punk”.
Lalu, apa hubungannya dengan
Skinhead-punk? Apa Emo bagian
dari Skinhead-punk?
Pertanyaan menarik yang muncul
karena sebuah kerancuan serta
ketidakpastian disekitar yang
menjadikan “kabur” mengenai
Emo itu sendiri adalah hal-hal yang
ingin saya angkat, namun hanya
berdasarkan tinjauan atribut yang
dikenakan. Menurut saya, secara
tidak langsung atribut dan benda
dapat menjelaskan kronologis
kejadian yang menyebabkan
terjadinya suatu perubahan atau
evolusi.
Pada dasarnya, segala sesuatu di
dunia ini pasti akan mengalami
perubahan. Dan ini berlaku
diberbagai aspek kehidupan. Hal ini
wajar terjadi jika dihubungkan
dengan manusia sebagai makhluk
Tuhan yang diciptakan memiliki
akal dan pikiran yang dinamis.
Skinhead, Punk, dan kaum-kaum
subkultur sejenis lainnya, pasti
tidak akan terelakkan dari hal yang
berhubungan dengan evolusi.
Singkatnya, Emo adalah sebuah
bentuk evolusi dari kaum
skinhead-punk.
Emotion Hardcore biasanya
disebut (istilah ngetrend) Emo,
adalah sebuah gaya hidup, fashion
dan budaya yang baru saat
sekarang ini mulai nge-boom di
seluruh masyarakat dunia
termasuk Indonesia. Emotion
berasal dari bahasa Inggris, berarti
emosi atau perasaan seseorang
yang ingin diekspresikan.
Sedangkan Hardcore adalah
sejenis aliran musik yang memiliki
tipe raungan gitar elektrik clean dan
hentakkan drum yang dimainkan
keras.
Dilihat dari sejarah munculnya,
Emo adalah cabang atau yang
lebih tepatnya adalah bentuk
perkembangan dan evolusi dari
Skinhead dan Punk. Emo muncul
pertama kali sekitar pertengahan
tahun 1980 di Washington, dan
pertama kali diperkenalkan oleh
band beraliran punk-melodic, DC
Scene. Seperti artinya (emotion),
lagu yang diusung lebih banyak
mengandung unsur-unsur emosi
dan perasaan seperti cinta, kasih
sayang, rasa marah, kesal, dan
segala sesuatu yang berhubungan
erat dengan asmara dan perasaan
seseorang.
Sekitar tahun 1990, emo semakin
berkembang. Dibuktikan dengan
banyak bermunculan band-band
baru seperti Rites of Spring,
Embrace, One Last Wish,
Beefeater, Gray Matter, Fire Party,
Slightly later, dan Moss Icon. Pada
tahun inilah emo mencapai
puncak-puncaknya. Sering dengan
waktu banyak pula terjadi
pencabangan dalam aliran emo
sendiri.
Menurut Billy Joe Amstrong, gitaris
band beraliran punk melodic Green
Day (secara tidak langsung ia
sendiri juga yang mempelopori
revitalisasi emo kembali muncul di
publik), emo adalah sebuah
gabungan antara punk dan gothic.
Sebuah karya besar jika kedua
mainstream (sikap independen
yang dilakukan kelompok-
kelompok anak muda tertentu,
berhubungan dengan kultur pop
kaum muda) ini dipadukan. Dan
bukan hal yang mustahil jika
keduanya digabungkan akan
tercipta sesuatu yang fantastis.
Kesamaan keduanya mampu
berkolaborasi dan saling
melengkapi. Dan sebagai cara
untuk membedakan bahwa ini
adalah sesuatu yang baru, perlu
suatu adanya upaya penonjolan
jati diri. Dengan atribut gabungan
keduanyalah sebuah aliran dan
lifestyle baru ini mampu diterima.
Sebuah ideologi dapat diterima jika
memiliki sesuatu sebagai
identitasnya dan mampu
menunjukkannya pada umum.
Namun, kaum skinhead-punk
yang masih tetap memegang
idiologi “asli” skinhead,
berpendapat bahwa emo adalah
bentuk kehancuran Skinhead-
Punk. Dikatakan kehancuran
karena idiologi anti kemapanan
yang selalu diikrarkan oleh kaum
Skinhead, sudah tidak bermakna
lagi, kalah dan ditelan oleh bentuk
kapitalisme dan mapan (Bowo(22) ,
mahasiswa Fak.Filsafat UGM,
seorang Skinhead dan punker).
Ditambahkan pula oleh rekannya,
Empu (Christian), ia
mengungkapkan kekecewaanya
terhadap Emo (kaum Skinhead-
Punk yang sudah dipengaruhi
kapitalisme modern), Emo tidak
pantas dianggap sebagai punk
karena tidak mencirikan sebagai
sesuatu yang anti dengan
kemapanan. Ditegaskan lagi
dengan segala jenis atribut yang
mereka (Emo) yang lebih
menonjolkan kemewahan, merk.
Sudah jelas mereka bukan
Skinhead-punk yang sebenarnya.
Emo hanyalah sebuah bentuk
kapitalisme musik, ideologi yang
dikemas dan menyusup rapi ke
dalam ideologi skinhead-punk
yang selama ini sudah berakar
kuat.
Lain halnya yang dikatakan Putri,
mahasiswi Fak. Ilmu Budaya UGM
jurusan Antropologi. Menurutnya
emo merupakan suatu bentuk
gaya hidup baru yang sangat
cocok khususnya generasi muda.
Ekspressionis, enerjik, modis,
begitulah gambaran emo,
tambahnya.
Atribut Emo
“Wah, dia rambutnya nggak
Spike/Mohawk, nggak botak lagi,
terus nggak pake ’ spike di tangan
atau di ikat pinggang, dilehernya
nggak ada juga kalung rantai +
gemboknya (dog collars), dan
nggak2 yang laen lagi. Keliatannya
lebih kalem, rapi. Kesimpulannya …
wah!, dia ini bukan anak skinhead!
Tapi ….., punk? ……bukan, gothic
juga bukan,.. lantas apa?”
Sepenggal cerita yang ada di
masyarakat.
Ironis memang hal itu
berkembang di masyarakat, tetapi
itulah fakta yang terjadi. Budaya
atribut telah berkembang di
masyarakat. Atribut adalah suatu
penjelas seseorang berada di
sebuah identitas diri tertentu yang
secara fisik atau kasat mata
merupakan pembeda/sama
dengan lingkungan sekitarnya (itu
sudah jelas) dan dengan atribut
pula yang identik dengan kelas
tertentu di masyarakat
berkembang pemikiran tentang
penyeragaman. Penyeragaman
berarti pembakuan. Jika melihat
atribut emo itu harus Emo-style,
Peircing, Gaspers, Eye-shadow,
pin, emblem, dsb, maka berarti hal
itu telah dianggap baku dan
adanya telah seperti itu.
Sama seperti kaum skinhead-punk
yang sudah memiliki identitas dan
atribut masing-masing Emo pun
memiliki identitas dan atribut
sebagai pembeda dari kaum-kaum
yang lainnya. Secara sekilas
memang memiliki kemiripan satu
sama lain, hal itu wajar saja terjadi
karena atribut yang digunakan oleh
para penganut emo adalah bentuk
perkembangan dari fashion kaum
skinhead-punk. Terjadi perubahan
dikarenakan dalam
perkembangannya mendapat
pengaruh-pengaruh budaya baru
seiring berjalannya waktu, zaman
dan kemajuan dalam bidang
fashion pula.
Makna Atribut
Semua hasil material antara punk
dan skinhead itu berdasarkan atas
pemikiran-pemikiran yang telah
didorong oleh nilai-nilai
perlawanan atas hal-hal yang
membosankan dan menindas
(suatu rangkaian yang tidak
dipisahkan). Skinhead memang
terlahir dari pemikiran dengan nilai-
nilai perlawanan atas suatu
pemikiran mainstream,
membosankan dan menindas
(seperti kapitalisasi, penghisapan,
pembodohan, dsb). Sedangkan
punk lahir akibat pengaruh-
pengaruh yang baru bukan hanya
kapitalisme, gaya, tetapi juga
dalam karya musik. Namun apa
yang terjadi pada Emo? Emo
tercipta karena kedua subkultur di
atas (punk dan skinhead) telah
dimasuki oleh paham-paham
kapitalisme, fashionable, dan
keinginan untuk bergaya. Sebuah
kondisi yang sangat berlawanan
pengan paham Skinhead-Punk
yang notabennya sebagai nenek
moyang Emo.
Pada dasarnya sama, Emo
menggunakan topi, celana jeans,
kalung, gelang, gasper,
mempunyai tindik, bertato,
memakai peircing sebagai
atributnya. Tetapi sudah tidak
memiliki makna ideologi. Semua
atribut yang dipasang dan
dipergunakan hanya sebatas
pelengkap. Tidak seperti Skinhead-
Punk, menurut mereka kalung
rantai, gelang rantai, anting peniti,
Peircing memiliki makna sebagai
bentuk perlawanan terhadap
sesuatu (kapitalisme,
pemerintahan). Tetapi sedangkan
Emo tidak memiliki makna apapun,
yang terjadi hanya pemaknaan
bahwa Emo(seluruh atributnya)
adalah bentuk ekspresi dari anak-
anak muda pada umumnya
(keren, modis, gaul, bermerk)
yang juga jelas bertentangan
dengan Skinhead-Punk. Sejauh ini
memang belum ditemukan dan
didapat mengenai makna yang
signifikan dalam setiap atribut yang
mereka (kaum Emo) kenakan.
Perbandingan Atribut dan
Aksesoris antrara Skinhead dan
Emo
No. Atribut Skinhead Emo
1. Tindik
Anting ( biasanya dipakai hanya
pada telinga saja)
Anting, Peircing ( digunakan pada
teling, bandul telinga, hidung,
pelipis, alis, lidah bibir. Malah ada
yang digunakan disemua bagian
itu)
2.
Sepatu
Boot keras, Loafers, Steel toe cap.
Converse (sepatu kets produksi
USA), Vans.
3.
Baju
Polo, kaos berkerah, kemeja
berkerah, jaket kulit. Skinhead lebih
berpenampilan rapi dan bersih.
Kaos Distro, Blazer, Kemeja.
4.
Celana
Levi’s, jeans gombrong, sta prest
(ketat).
Jeans staprest, Hipster.
5.
Drugs dan Alkohol
Menolak (hanya sedikit yang
menerima, menolak lebih
mendominasi).
Merekok, Alkoholik, Drgus tidak
dipakai sama sekali.
6.
Kendaraan
Motor tua, Skuter vespa, Moge
(motor gede/motor besar).
Tidak memiliki Kendaraan yang
spesifik.
7.
Rambut
Plontos, cepak
Rambut Emo.
8.
Perhiasan
Rantai anjing, gelang spike,
emblem
Kalung, gelang, Jam tangan, Hand-
Band, Cincin.
9.
Pewarna Rambut
Tidak memakai
Memakai (biasanya berwarna
merah)
10.
Make-Up wajah
Tidak memakai
Memakai seperti eye-Shadow/eye-
liner, Lip-gloss.
11.
Topi
Pork-pie, bolero
Topi Emo
12.
Tatoo
Tidak memakai
Memakai tetapi minimalis
KESIMPULAN
Atribut merupaan penanda dari
suatu komunitas atau kebudayaan.
Ini merupakan ciri khas yang
menjadi suatu keharusan yang
tidak tertulis dalam lingkup
kehidupan. Penggunaan atribut
pada kebudayaan atau komunitas
tertentu menjadikannya suatu
simbol yang menggambarkan
identitas kehidupan mereka. Dari
atribut pula sebuah pemaknaan
dapat dilihat dan dideskripsikan.
Emo adalah sebuah bentuk
merosotnya suatu makna ideologi
dari suatu kaum subkultur
(Skinhead-Punk) yang selama ini
telah memiliki ideologi anti
kemapanan sebagai bentuk
perlawanan terhadap kemewahan,
hukum-hukum yang selalu
menindas kaum kecil. Emo
sengaja diciptakan sebagai salah
satu “senjata” untuk memerangi
dan mengalahkan ideologi
Skinhead-Punk Segala jenis atribut
yang mereka (Emo) kenakan yang
lebih menonjolkan kemewahan,
merk. Sudah jelas mereka bukan
Skinhead-punk yang sebenarnya.
Emo hanyalah sebuah bentuk
kapitalisme musik, dan ideologi
pro-kemapanan yang dikemas dan
menyusup rapi ke dalam ideologi
skinhead-punk yang selama ini
sudah berakar kuat dalam benak
para pengikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar